2017, Indonesia Diperkirakan Alami Resesi

TEMPO.COJakarta - Kepala Ekonom Danareksa Sekuritas Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi ekonomi Indonesia belum akan melambat paling tidak hingga pertengahan tahun depan. Hal ini mengacu pada data sistem peringatan dini yang dimiliki Danareksa.

Jika melihat pada siklus bisnis, ekonomi Indonesia masih akan tumbuh hingga 2016. Ia mengatakan, pada  Maret 2009, sinyal lembah pertama berbunyi dan ekonomi berada di titik terbawah.  

"Melihat pada siklus bisnis, jika ekspansi dimulai Maret 2009, harusnya bisa terus sampai 2016," ucap Purbaya dalam Indonesia Knowledge Forum, Kamis, 27 September 2012.

Kondisi defisit neraca berjalan pada neraca pembayaran Indonesia dinilai wajar oleh Purbaya. Defisit memang terjadi lantaran ekspor melambat sedangkan impor tinggi, namun sekitar 35 persen porsi impor adalah barang modal. 

"Investor asing masuk banyak. Secara otomatis mereka akan impor barang modal untuk ekspansi. Jadi, pasti transaksi berjalan negatif. Tidak perlu khawatir," ucapnya. 

Dia menyatakan tidak setuju dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengerem pertumbuhan kredit melalui aturan batasan minimal uang muka kredit pemilikan rumah dan kendaraan bermotor. 

Menurutnya, ekonomi Indonesia belum memanas. Jika ingin mendorong kehati-hatian, BI seharusnya meminta lembaga pembiayaan dan bank mengelola klien atau nasabahnya dengan baik.

Menurut pengamatannya, sektor finansial juga cukup kuat. Mengacu padabanking pressure index, sektor finansial masih pada kondisi aman. "Jika bergerak menuju atau melewati 0,5 persen bank dalam keadaan tertekan, peluang sistemic default besar," ujarnya. Saat ini, indeksnya minus sekitar 0,4 persen. 

Selain itu, BI dan Pemerintah Indonesia juga sudah banyak belajar dari pengalaman krisis 1998 dan 2008. "Respons kebijakan lebih baik," ujarnya.  Jika tetap dipertahankan seperti ini, Purbaya yakin Indonesia bisa terus bertumbuh hingga 2016. Tapi Jika otoritas salah bertindak, maka siklus ekspansi bisa lebih pendek.

Ekonomi Indonesia ke depan masih akan disokong oleh tiga pilar yakni konsumsi domestik, investasi, dan ekspor. Daya beli masyarakat juga tampak masih tinggi terpantau dari tingginya indeks kepercayaan konsumen. 

"Sekarang berada di level tertinggi selama 7 tahun. Ekonomi baik, masyarakat siap belanja terus," ujarnya.

Adapun resesi pasca fase ekspansi berakhir tak bisa dielakkan, tapi Indonesia bisa mengupayakan agar ketika ekonomi tak jatuh terlalu dalam. "Jika respons kebijakan moneter bagus bisa mengurangi kedalaman resesi," ujarnya.

Media Publishers: 
Topics: